Selayang Pandang

Blog ini berisi tulisan-tulisan perjuangan seorang anak manusia demi menggapai impiannya. Berbagai hikmah yang Ia temukan terangkum dalam barisan huruf-huruf menjadi sebuah kata demi kata dalam kalimat-kalimat yang berkembang menjadi paragraf-paragraf panjang...

Selasa, 03 Juli 2012

Mu'adz bin Jabal

#Kejadian Bai'at Aqobah
Mu'adz bin jabal adalah salah seorang yang ikut rombongan hijrah menuju madinah yang dipimpin oleh Mu'adz bin Umair. Motivasi Mu'adz bi jabal ikut dalam rombongan tersebut karena inginnya bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. selama ini Mu'adz bin jabal hanya mendengar kisah tentang rasulullah dari Mu'adz bin Umair. dan hanya dari cerita2 Umair, kecintaan kepada rasulullah tertanam kuat dalam diri Mu'adz bin jabal. hingga sampai di madinah dan bertemu dengan rasulullah untuk pertama kalinya, Mu'adz bin jabal tanpa ragu mengulurkan tangan kanannya kepada rasul. dan disitulah Mu'adz bin jabal berbai'at di hadapan rasulullah, tepatnya di bukit aqobah. oleh karena itu, kejadian ini diabadikan dalam kisah bersejarah yaitu Bai'at Al Aqobah. Mulai saat itu Mu'adz tak pernah melewatkan setiap ta'lim (kajian ilmu) rasulullah saw. Mu'adz bin jabal menjadi pemuda pertama yang paling pintar dan paling hafal Al-Qur'an. sehingga banyak pemuda lainyang belajar Al-Qur'an padanya. karena kecintaannya pada kekasih Allah, pemuda ini berhasil mengaktualisasikan ilmunya di jalan Allah.
Mu'adz bin jabal seorang pemuda yang berilmu, dengan ilmu dan imannya kepada Allah, dan cintanya pada Rasulullah ia tampil sebagai sahabat nabi yang istiqomah dan mulia.

Senin, 02 Juli 2012

Allah Sumber Kebahagiaan

Kebahagiaan itu sumbernya Allah swt. Sumber kebahagiaan adalah bukan terletak pada perut kita, bukan yang ada pada garasi rumah kita, bukan pula yang ada di samping tempat tidur kita (pasangan kita). Adapun yang kita miliki, mobil, perhiasan, pasangan bisa mendatangkan kebahagiaan. Tapi sifatnya bukan sebagai Source (Sumber) kebahagiaan, melainkan hanya waashilah (jalan) turunnya kebahagiaan. ibarat air, harta dan yang dimiliki manusia yang bisa membuatnya bahagia adalah sebuah pipa. sumber mata airnya tetap Allah swt.
Kebahagiaan timbul dengan jalan bertaubat. taubat bisa membuat 'pipa' itu  bersih dari noda dosa, sehingga ketika Allah mengalirkan sumber kebahagiaan, lacar alirannya. Jalan taubat adalah dengan penyesalan. Rasa sesal yg terdalam dalam taubat ini adalah rasa sesal akan dosa yang pernah dilakukan. Tata cara bertaubat yang benar2 menyesali kesalahan kita adalah bertaubat tanpa adanya syirik terhadap Allah. sedikit saja ada syirik yang ada dihati kita saat kita bertaubat, maka taubat itu akan tersangkut, tak sampai padaNya.
Syirik, bisa berupa syikir yang lembut sekali bentuknya. contoh mudahnya, menggantungkan diri dan hidup kita pada selain Allah. mengharap bahagia karena sesuatu hal, misal menginginkan bahagia lewat uang, harta, jabatan, gelar, dsb. 
Allah swt maha tau kebahagiaan seperti apa yang terbaik untuk manusia.
"jika engkau hidup mengejar dunia maka engkau akan jadi budak dunia, namun jika engkau hidup mengejar Allah maka dunia akan datang dengan hina." (Hadits.....)
Dunia hanya tipuan, tipuan untuk si miskin, dan tipuan untuk si kaya agar kufur nikamat.
Jika kita mengerti kebahagiaan datangnya dari Allah dan keburukan juga datangnya dari Allah. maka kita akan jadi mati rasa terhadap dunia. mati rasa artinya, mati rasa terhadap nikmat dunia maupun musibah di dunia. Dan akhirnya efek mati rasa pada dunia ini, kita jadi tidak gampang kecewa.

Azdab Cinta Allah Part

#Mengimani Allah dengan benar
Al-Maidah(5) : 76 --> Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

#Mengimani Adzab Allah sebagai akibat dari perbuatan diri kita sendiri
An-Nisaa (4) : 79 --> Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Fushshilat (4) : 16 --> Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. 
Allah menurunkan adzab akibat perbuatan kita sendiri, Allah ingin menunjukkan pada manusia balasan dari perbuatan manusia di dunia, dan di akhirat adzab Allah lebih pedih
Az-Zukhruf (43) : 48 --> Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab[1359] supaya mereka kembali (ke jalan yang benar). Adzab di footnote tersebut ulama sepakat berpendapat adalah adzab di dunia, seperti kurang makanan, dsb. Jadi Allah memberikan adzab pada manusia adalah karna Allah ingin kita kembali ke jalan yg benar. sesungguhnya Allah senantiasa mencukupkan washilah untuk mendapatkan surga, tinggal bagaimana kita menerima sinyal petunjuk Allah dan menjalankannya. Itulah bentuk cinta Allah pada hambaNya. Allah ingin hambaNya kembali pada kebenaran.
As-Sajdah (32) : 21--> Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).
Al-An'am : 44 --> Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Hal ini namanya Istidraj, Allah membiarkan hambaNya dalam kesesatan. Bentuk2 adzab Allah bermacam-macam. Tidak hanya berupa bencana, atau kekurangan. Contoh, di suatu peradaban ada yang terbiasa berbuat zina, berleha-leha dengan kemaksiatan, dan dibiarkan oleh Allah (hidupnya tenang2 aja). Ingatlah ! mungkin itu salah satu adzab Allah. 
 
Kesimpulan :
> Mengimani Allah dengan benar --> Allah sumber kebaikan, Allah sumber keburukan. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billah..

Minggu, 01 Juli 2012

Masa-masa akhir

Disela-sela latihan sidang, rasa haru menelisik hati ini, kala selepas solat kupandang rindang pepohonan di luar jendela. menerawang... kembali ke masa silam. Pohon itu dan kamar ini terasa penuh kenangan, tepatnya gedung ini, sarat akan kenangan kebersamaan.

Apa yang kuhadapi besok mungkin tak lebih menyeramkan dari kenyataan lain yang harus aku terima setelah lewati hari esok. Kenyataan kehilangan orang2 yang selama ini mengisi hari2 dengan senyuman. Kenyataan berpisah dengan suasana teduhnya ukhuwah dan guyubnya berkumpul bersama diskusi keilmuan.

Masa-masa menjelang akhir.. Tak terasa,, kamar2 yg dulu ramai akan jadi sunyi, bukan hanya sunyi karena liburan, namun sunyi karena ditinggalkan penghuninya untuk selamanya. asrama ku sayang, asrama ku penuh kenangan. hidup ini terasa singkat kala mengenang indahnya kebersamaan, sejenak melupakan kepenatan hanya dengan mengingat senyum dan canda kalian. selamanya tak kan terlupa, kan ada sepanjang usia. meski raga tak mungkin selamanya setia berjanji untuk berjumpa, namun jiwa ini senantiasa berdoa, agar kelak disatukan kembali di surgaNya. bersama kalian orang2 yang ku cinta. Orang2 yang selalu haus akan cinta TuhanNya.