Selayang Pandang

Blog ini berisi tulisan-tulisan perjuangan seorang anak manusia demi menggapai impiannya. Berbagai hikmah yang Ia temukan terangkum dalam barisan huruf-huruf menjadi sebuah kata demi kata dalam kalimat-kalimat yang berkembang menjadi paragraf-paragraf panjang...

Senin, 02 Juli 2012

Azdab Cinta Allah Part

#Mengimani Allah dengan benar
Al-Maidah(5) : 76 --> Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

#Mengimani Adzab Allah sebagai akibat dari perbuatan diri kita sendiri
An-Nisaa (4) : 79 --> Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Fushshilat (4) : 16 --> Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. 
Allah menurunkan adzab akibat perbuatan kita sendiri, Allah ingin menunjukkan pada manusia balasan dari perbuatan manusia di dunia, dan di akhirat adzab Allah lebih pedih
Az-Zukhruf (43) : 48 --> Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab[1359] supaya mereka kembali (ke jalan yang benar). Adzab di footnote tersebut ulama sepakat berpendapat adalah adzab di dunia, seperti kurang makanan, dsb. Jadi Allah memberikan adzab pada manusia adalah karna Allah ingin kita kembali ke jalan yg benar. sesungguhnya Allah senantiasa mencukupkan washilah untuk mendapatkan surga, tinggal bagaimana kita menerima sinyal petunjuk Allah dan menjalankannya. Itulah bentuk cinta Allah pada hambaNya. Allah ingin hambaNya kembali pada kebenaran.
As-Sajdah (32) : 21--> Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).
Al-An'am : 44 --> Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Hal ini namanya Istidraj, Allah membiarkan hambaNya dalam kesesatan. Bentuk2 adzab Allah bermacam-macam. Tidak hanya berupa bencana, atau kekurangan. Contoh, di suatu peradaban ada yang terbiasa berbuat zina, berleha-leha dengan kemaksiatan, dan dibiarkan oleh Allah (hidupnya tenang2 aja). Ingatlah ! mungkin itu salah satu adzab Allah. 
 
Kesimpulan :
> Mengimani Allah dengan benar --> Allah sumber kebaikan, Allah sumber keburukan. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billah..

Minggu, 01 Juli 2012

Masa-masa akhir

Disela-sela latihan sidang, rasa haru menelisik hati ini, kala selepas solat kupandang rindang pepohonan di luar jendela. menerawang... kembali ke masa silam. Pohon itu dan kamar ini terasa penuh kenangan, tepatnya gedung ini, sarat akan kenangan kebersamaan.

Apa yang kuhadapi besok mungkin tak lebih menyeramkan dari kenyataan lain yang harus aku terima setelah lewati hari esok. Kenyataan kehilangan orang2 yang selama ini mengisi hari2 dengan senyuman. Kenyataan berpisah dengan suasana teduhnya ukhuwah dan guyubnya berkumpul bersama diskusi keilmuan.

Masa-masa menjelang akhir.. Tak terasa,, kamar2 yg dulu ramai akan jadi sunyi, bukan hanya sunyi karena liburan, namun sunyi karena ditinggalkan penghuninya untuk selamanya. asrama ku sayang, asrama ku penuh kenangan. hidup ini terasa singkat kala mengenang indahnya kebersamaan, sejenak melupakan kepenatan hanya dengan mengingat senyum dan canda kalian. selamanya tak kan terlupa, kan ada sepanjang usia. meski raga tak mungkin selamanya setia berjanji untuk berjumpa, namun jiwa ini senantiasa berdoa, agar kelak disatukan kembali di surgaNya. bersama kalian orang2 yang ku cinta. Orang2 yang selalu haus akan cinta TuhanNya.

Selasa, 26 Juni 2012

Hanya Ingin Menulis

Bismillah...
Aku hanya ingin menulis...
aku ingin bersama kalian, taukah kalian aku sangat ingin ada di tengah2 kalian. namun hati ini tiba2 ragu, kenapa hati ini rasanya sakit saat ingin bersama kalian. aku tak bisa bukan karena aku tak ingin, bukan karena aku benci kalian, tapi karena aku takut. aku takut kelak waktunya datang, aku harus berpisah dari kalian, harus pergi jauh dari kalian... betapa tak bisa ku bayangkan jika harus terpisah lama dari kalian, tanpa kabar dari kalian, tanpa tau keadaan kalian... Ingin di waktu2 terakhir ini menghabiskan waktu bersama kalian, namun hati ini benar2 tak mau berpisah. terabayang kelak ku hanya bisa memandang kalian dalam potret. terbayang ku hanya bisa mendengar lagu2 nasyid haroki untuk mengenang kalian. Yaa Rabb... aku ingin tetap bersama teman2 seperjuanganku yang sholih/at. namun masaMu jua harus berlalu dan terlewati. hanya padaMu ku titipkan rinduku ini, rinduku untuk sahabat2 tercinta, cintaku untuk dakwah ini. cinta sebagai ADK Polban...

-Salam rindu dan cinta ku untuk sahabat2 ku-

Makna Iyyaa kana' budu wa iyyaa kanas ta'iin

Makna Iyyaa kana' budu wa iyyaa kanas ta'iin dalam surat Al-Fatihah adalah mencerminkan seorang muslim yang memiliki pribadi yang utuh. memiliki pribadi yang utuh sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ibrahim : 24-25 menjelaskan perumpamaan seorang muslim ibarat sebuah pohon. Jadilah kau seorang muslim ibarat pohon. akarnya menancap kuat ke dalam tanah, batangnya tumbuh tinggi menjulang ke langit, daunnya lebat dan yang paling penting adalah menghasilkan buah yang baik dan manis. Muslim yang baik adalah yang bercermin pada QS. Al-Baqoroh :24-25, yaitu :
1. 'Akar' imannya menancap kuat dalam hati sanubari
2. 'Batangnya' atau potensnya tampak, tumbuh, tinggi menjulang ke langit (terlihat)
3. 'daunnya rimbun', artinya meneduhkan, menjadi tempat berteuduh burung2 kecil. Maksudnya jadilah kau 'rimbun', bermanfaat bagi orang lain, membuat orang lain bahagia.
4. 'berbuah manis', manusia yang berarti adalah manusia yang menghasilkan sesuatu yang berguna untuk sekitarnya, buah yang manis menggambarkan sesuatu yang bisa wariskan untuk generasi setelahnya.

Allah telah berikan modal pada masing2 diri seseorang, maka tugas manusia adalah memanfaatkan modal tersebut untuk mendapatkan hidup yang indah.
Rawatlah pohon cinta Allah yang ada pada diri kita, jagalah pohon itu, siramilah dengan rahmat Allah swt dan sinarilah dengan cahaya cintaNya.

Kamis, 21 Juni 2012

Generasi Akhir Zaman

By : Kang Rendy@Darul Shabab

Zaman dibagi tiga masa :
1. Zaman Kenabian (Nubuwwah)
2. Zaman Khulafa'ur Rasyidin
3. Zaman Kebangkitan

#Ciri-ciri Generasi pengganti

- Generasi yang mencintai Allah dan dicintai Allah. Berdasarkan ilmu tasawuf, generasi yang dicintai Allah adalah para wali Allah. 
- Generasi yang keras terhadap mempertahankan izzah Islamnya. Yang memperkenalan Islam dengan keberdayaannya, izzah (harga diri) sebagai seorang Muslim. Izzah berperan dalam berdakwah.
- Generasi jihad
- Generasi ahli sabar. generasi yang sering dicela, dicaci, dan dihina saat berbuat baik.

Agar kita termasuk generasi pengganti maka kita harus meniti jalan orang-orang yang dicintai Allah dan Allah mencintainya, para wali Allah .
Firman Allah --> Katakanlah (Muhammad) jika ingin Allah mencintaimu maka ikutilah Aku



Rabu, 13 Juni 2012

Ingin Kembali Menulis

Bismillah...
Lama tak menghasilkan tulisan bermanfaat lagi. ingin memulainya sekali lagi agar kembali terbiasa otak ini berfikir hal yang bermanfaat lagi, agar semakin luwes tangan ini menekan tuts keyboard laptop menghasilkan karya2 indah. ingin merasakan lagi terlenanya batin ini dalam fiksi dan diksi. semoga usai menyelesaikan Tugas Akhir ini batin ini bisa terpuaskan kembali dengan 'berlian' diri ini, menulis.

Minggu, 10 Juni 2012

Doa kecil untuk ayah

Ya.. Allah
kata-kata ini adalah kata2 yang belum sempat aku ucapkan
sekarang sudah tak ada kesempatan lagi untuk mengutarakannya
karna Ia telah berada disisiMu ya Rabb

Bapak, begitu panggilan ku untuk ayah tercinta
Ia orang yang sangat aku cintai dan aku kagumi wibawanya
Kini telah berada di sana besamaMu,
Ingin ku memohon padaMu ya Tuhanku,
Tolong sampaikan padanya, bahwa aku sangat mencintainya dan merindukannya
Kumohon dengan sangat sangat ku mohon
Ampuni dosanya Ya Rabb..
Tempatkan Ia dalam pelukanMu
dan ridhoilah kami berkumpul lagi kelak di surgaMu
Amiin...