#Kejadian Bai'at Aqobah
Mu'adz bin jabal adalah salah seorang yang ikut rombongan hijrah menuju madinah yang dipimpin oleh Mu'adz bin Umair. Motivasi Mu'adz bi jabal ikut dalam rombongan tersebut karena inginnya bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. selama ini Mu'adz bin jabal hanya mendengar kisah tentang rasulullah dari Mu'adz bin Umair. dan hanya dari cerita2 Umair, kecintaan kepada rasulullah tertanam kuat dalam diri Mu'adz bin jabal. hingga sampai di madinah dan bertemu dengan rasulullah untuk pertama kalinya, Mu'adz bin jabal tanpa ragu mengulurkan tangan kanannya kepada rasul. dan disitulah Mu'adz bin jabal berbai'at di hadapan rasulullah, tepatnya di bukit aqobah. oleh karena itu, kejadian ini diabadikan dalam kisah bersejarah yaitu Bai'at Al Aqobah. Mulai saat itu Mu'adz tak pernah melewatkan setiap ta'lim (kajian ilmu) rasulullah saw. Mu'adz bin jabal menjadi pemuda pertama yang paling pintar dan paling hafal Al-Qur'an. sehingga banyak pemuda lainyang belajar Al-Qur'an padanya. karena kecintaannya pada kekasih Allah, pemuda ini berhasil mengaktualisasikan ilmunya di jalan Allah.
Mu'adz bin jabal seorang pemuda yang berilmu, dengan ilmu dan imannya kepada Allah, dan cintanya pada Rasulullah ia tampil sebagai sahabat nabi yang istiqomah dan mulia.
Selayang Pandang
Blog ini berisi tulisan-tulisan perjuangan seorang anak manusia demi menggapai impiannya. Berbagai hikmah yang Ia temukan terangkum dalam barisan huruf-huruf menjadi sebuah kata demi kata dalam kalimat-kalimat yang berkembang menjadi paragraf-paragraf panjang...
Selasa, 03 Juli 2012
Senin, 02 Juli 2012
Allah Sumber Kebahagiaan
Kebahagiaan itu sumbernya Allah swt. Sumber kebahagiaan adalah bukan terletak pada perut kita, bukan yang ada pada garasi rumah kita, bukan pula yang ada di samping tempat tidur kita (pasangan kita). Adapun yang kita miliki, mobil, perhiasan, pasangan bisa mendatangkan kebahagiaan. Tapi sifatnya bukan sebagai Source (Sumber) kebahagiaan, melainkan hanya waashilah (jalan) turunnya kebahagiaan. ibarat air, harta dan yang dimiliki manusia yang bisa membuatnya bahagia adalah sebuah pipa. sumber mata airnya tetap Allah swt.
Kebahagiaan timbul dengan jalan bertaubat. taubat bisa membuat 'pipa' itu bersih dari noda dosa, sehingga ketika Allah mengalirkan sumber kebahagiaan, lacar alirannya. Jalan taubat adalah dengan penyesalan. Rasa sesal yg terdalam dalam taubat ini adalah rasa sesal akan dosa yang pernah dilakukan. Tata cara bertaubat yang benar2 menyesali kesalahan kita adalah bertaubat tanpa adanya syirik terhadap Allah. sedikit saja ada syirik yang ada dihati kita saat kita bertaubat, maka taubat itu akan tersangkut, tak sampai padaNya.
Syirik, bisa berupa syikir yang lembut sekali bentuknya. contoh mudahnya, menggantungkan diri dan hidup kita pada selain Allah. mengharap bahagia karena sesuatu hal, misal menginginkan bahagia lewat uang, harta, jabatan, gelar, dsb.
Allah swt maha tau kebahagiaan seperti apa yang terbaik untuk manusia.
"jika engkau hidup mengejar dunia maka engkau akan jadi budak dunia, namun jika engkau hidup mengejar Allah maka dunia akan datang dengan hina." (Hadits.....)
Dunia hanya tipuan, tipuan untuk si miskin, dan tipuan untuk si kaya agar kufur nikamat.
Jika kita mengerti kebahagiaan datangnya dari Allah dan keburukan juga datangnya dari Allah. maka kita akan jadi mati rasa terhadap dunia. mati rasa artinya, mati rasa terhadap nikmat dunia maupun musibah di dunia. Dan akhirnya efek mati rasa pada dunia ini, kita jadi tidak gampang kecewa.
Azdab Cinta Allah Part
#Mengimani Allah dengan benar
Al-Maidah(5) : 76 --> Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak
dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah
Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
#Mengimani Adzab Allah sebagai akibat dari perbuatan diri kita sendiri
An-Nisaa (4) : 79 --> Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang
menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul
kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Fushshilat (4) : 16 --> Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.
Fushshilat (4) : 16 --> Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.
Allah menurunkan adzab akibat perbuatan kita sendiri, Allah ingin menunjukkan pada manusia balasan dari perbuatan manusia di dunia, dan di akhirat adzab Allah lebih pedih
Az-Zukhruf (43) : 48 --> Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab[1359] supaya mereka kembali (ke jalan yang benar). Adzab di footnote tersebut ulama sepakat berpendapat adalah adzab di dunia, seperti kurang makanan, dsb. Jadi Allah memberikan adzab pada manusia adalah karna Allah ingin kita kembali ke jalan yg benar. sesungguhnya Allah senantiasa mencukupkan washilah untuk mendapatkan surga, tinggal bagaimana kita menerima sinyal petunjuk Allah dan menjalankannya. Itulah bentuk cinta Allah pada hambaNya. Allah ingin hambaNya kembali pada kebenaran.
Az-Zukhruf (43) : 48 --> Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab[1359] supaya mereka kembali (ke jalan yang benar). Adzab di footnote tersebut ulama sepakat berpendapat adalah adzab di dunia, seperti kurang makanan, dsb. Jadi Allah memberikan adzab pada manusia adalah karna Allah ingin kita kembali ke jalan yg benar. sesungguhnya Allah senantiasa mencukupkan washilah untuk mendapatkan surga, tinggal bagaimana kita menerima sinyal petunjuk Allah dan menjalankannya. Itulah bentuk cinta Allah pada hambaNya. Allah ingin hambaNya kembali pada kebenaran.
As-Sajdah (32) : 21--> Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di
dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali
(ke jalan yang benar).
Al-An'am : 44 --> Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka,
Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila
mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa
mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Hal ini namanya Istidraj, Allah membiarkan hambaNya dalam kesesatan. Bentuk2 adzab Allah bermacam-macam. Tidak hanya berupa bencana, atau kekurangan. Contoh, di suatu peradaban ada yang terbiasa berbuat zina, berleha-leha dengan kemaksiatan, dan dibiarkan oleh Allah (hidupnya tenang2 aja). Ingatlah ! mungkin itu salah satu adzab Allah.
Kesimpulan :
> Mengimani Allah dengan benar --> Allah sumber kebaikan, Allah sumber keburukan. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billah..
Minggu, 01 Juli 2012
Masa-masa akhir
Disela-sela
latihan sidang, rasa haru menelisik hati ini, kala selepas solat
kupandang rindang pepohonan di luar jendela. menerawang... kembali ke
masa silam. Pohon itu dan kamar ini terasa penuh kenangan, tepatnya
gedung ini, sarat akan kenangan kebersamaan.
Apa yang kuhadapi
besok mungkin tak lebih menyeramkan dari kenyataan lain yang harus aku
terima setelah lewati hari esok. Kenyataan kehilangan orang2 yang selama
ini mengisi hari2 dengan senyuman. Kenyataan berpisah dengan suasana
teduhnya ukhuwah dan guyubnya berkumpul bersama diskusi keilmuan.
Masa-masa menjelang akhir.. Tak terasa,, kamar2 yg dulu ramai akan jadi sunyi, bukan hanya sunyi
karena liburan, namun sunyi karena ditinggalkan penghuninya untuk
selamanya. asrama ku sayang, asrama ku penuh kenangan. hidup ini terasa
singkat kala mengenang indahnya kebersamaan, sejenak melupakan kepenatan
hanya dengan mengingat senyum dan canda kalian. selamanya tak kan
terlupa, kan ada sepanjang usia. meski raga tak mungkin selamanya setia
berjanji untuk berjumpa, namun jiwa ini senantiasa berdoa, agar kelak
disatukan kembali di surgaNya. bersama kalian orang2 yang ku cinta.
Orang2 yang selalu haus akan cinta TuhanNya.
Selasa, 26 Juni 2012
Hanya Ingin Menulis
Bismillah...
Aku hanya ingin menulis...
aku ingin bersama kalian, taukah kalian aku sangat ingin ada di tengah2 kalian. namun hati ini tiba2 ragu, kenapa hati ini rasanya sakit saat ingin bersama kalian. aku tak bisa bukan karena aku tak ingin, bukan karena aku benci kalian, tapi karena aku takut. aku takut kelak waktunya datang, aku harus berpisah dari kalian, harus pergi jauh dari kalian... betapa tak bisa ku bayangkan jika harus terpisah lama dari kalian, tanpa kabar dari kalian, tanpa tau keadaan kalian... Ingin di waktu2 terakhir ini menghabiskan waktu bersama kalian, namun hati ini benar2 tak mau berpisah. terabayang kelak ku hanya bisa memandang kalian dalam potret. terbayang ku hanya bisa mendengar lagu2 nasyid haroki untuk mengenang kalian. Yaa Rabb... aku ingin tetap bersama teman2 seperjuanganku yang sholih/at. namun masaMu jua harus berlalu dan terlewati. hanya padaMu ku titipkan rinduku ini, rinduku untuk sahabat2 tercinta, cintaku untuk dakwah ini. cinta sebagai ADK Polban...
-Salam rindu dan cinta ku untuk sahabat2 ku-
Aku hanya ingin menulis...
aku ingin bersama kalian, taukah kalian aku sangat ingin ada di tengah2 kalian. namun hati ini tiba2 ragu, kenapa hati ini rasanya sakit saat ingin bersama kalian. aku tak bisa bukan karena aku tak ingin, bukan karena aku benci kalian, tapi karena aku takut. aku takut kelak waktunya datang, aku harus berpisah dari kalian, harus pergi jauh dari kalian... betapa tak bisa ku bayangkan jika harus terpisah lama dari kalian, tanpa kabar dari kalian, tanpa tau keadaan kalian... Ingin di waktu2 terakhir ini menghabiskan waktu bersama kalian, namun hati ini benar2 tak mau berpisah. terabayang kelak ku hanya bisa memandang kalian dalam potret. terbayang ku hanya bisa mendengar lagu2 nasyid haroki untuk mengenang kalian. Yaa Rabb... aku ingin tetap bersama teman2 seperjuanganku yang sholih/at. namun masaMu jua harus berlalu dan terlewati. hanya padaMu ku titipkan rinduku ini, rinduku untuk sahabat2 tercinta, cintaku untuk dakwah ini. cinta sebagai ADK Polban...
-Salam rindu dan cinta ku untuk sahabat2 ku-
Makna Iyyaa kana' budu wa iyyaa kanas ta'iin
Makna Iyyaa kana' budu wa iyyaa kanas ta'iin dalam surat Al-Fatihah adalah mencerminkan seorang muslim yang memiliki pribadi yang utuh. memiliki pribadi yang utuh sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ibrahim : 24-25 menjelaskan perumpamaan seorang muslim ibarat sebuah pohon. Jadilah kau seorang muslim ibarat pohon. akarnya menancap kuat ke dalam tanah, batangnya tumbuh tinggi menjulang ke langit, daunnya lebat dan yang paling penting adalah menghasilkan buah yang baik dan manis. Muslim yang baik adalah yang bercermin pada QS. Al-Baqoroh :24-25, yaitu :
1. 'Akar' imannya menancap kuat dalam hati sanubari
2. 'Batangnya' atau potensnya tampak, tumbuh, tinggi menjulang ke langit (terlihat)
3. 'daunnya rimbun', artinya meneduhkan, menjadi tempat berteuduh burung2 kecil. Maksudnya jadilah kau 'rimbun', bermanfaat bagi orang lain, membuat orang lain bahagia.
4. 'berbuah manis', manusia yang berarti adalah manusia yang menghasilkan sesuatu yang berguna untuk sekitarnya, buah yang manis menggambarkan sesuatu yang bisa wariskan untuk generasi setelahnya.
Allah telah berikan modal pada masing2 diri seseorang, maka tugas manusia adalah memanfaatkan modal tersebut untuk mendapatkan hidup yang indah.
Rawatlah pohon cinta Allah yang ada pada diri kita, jagalah pohon itu, siramilah dengan rahmat Allah swt dan sinarilah dengan cahaya cintaNya.
1. 'Akar' imannya menancap kuat dalam hati sanubari
2. 'Batangnya' atau potensnya tampak, tumbuh, tinggi menjulang ke langit (terlihat)
3. 'daunnya rimbun', artinya meneduhkan, menjadi tempat berteuduh burung2 kecil. Maksudnya jadilah kau 'rimbun', bermanfaat bagi orang lain, membuat orang lain bahagia.
4. 'berbuah manis', manusia yang berarti adalah manusia yang menghasilkan sesuatu yang berguna untuk sekitarnya, buah yang manis menggambarkan sesuatu yang bisa wariskan untuk generasi setelahnya.
Allah telah berikan modal pada masing2 diri seseorang, maka tugas manusia adalah memanfaatkan modal tersebut untuk mendapatkan hidup yang indah.
Rawatlah pohon cinta Allah yang ada pada diri kita, jagalah pohon itu, siramilah dengan rahmat Allah swt dan sinarilah dengan cahaya cintaNya.
Kamis, 21 Juni 2012
Generasi Akhir Zaman
By : Kang Rendy@Darul Shabab
Zaman dibagi tiga masa :
1. Zaman Kenabian (Nubuwwah)
2. Zaman Khulafa'ur Rasyidin
3. Zaman Kebangkitan
#Ciri-ciri Generasi pengganti
- Generasi yang mencintai Allah dan dicintai Allah. Berdasarkan ilmu tasawuf, generasi yang dicintai Allah adalah para wali Allah.
- Generasi yang keras terhadap mempertahankan izzah Islamnya. Yang memperkenalan Islam dengan keberdayaannya, izzah (harga diri) sebagai seorang Muslim. Izzah berperan dalam berdakwah.
- Generasi jihad
- Generasi ahli sabar. generasi yang sering dicela, dicaci, dan dihina saat berbuat baik.
Agar kita termasuk generasi pengganti maka kita harus meniti jalan orang-orang yang dicintai Allah dan Allah mencintainya, para wali Allah .
Firman Allah --> Katakanlah (Muhammad) jika ingin Allah mencintaimu maka ikutilah Aku
Zaman dibagi tiga masa :
1. Zaman Kenabian (Nubuwwah)
2. Zaman Khulafa'ur Rasyidin
3. Zaman Kebangkitan
#Ciri-ciri Generasi pengganti
- Generasi yang mencintai Allah dan dicintai Allah. Berdasarkan ilmu tasawuf, generasi yang dicintai Allah adalah para wali Allah.
- Generasi yang keras terhadap mempertahankan izzah Islamnya. Yang memperkenalan Islam dengan keberdayaannya, izzah (harga diri) sebagai seorang Muslim. Izzah berperan dalam berdakwah.
- Generasi jihad
- Generasi ahli sabar. generasi yang sering dicela, dicaci, dan dihina saat berbuat baik.
Agar kita termasuk generasi pengganti maka kita harus meniti jalan orang-orang yang dicintai Allah dan Allah mencintainya, para wali Allah .
Firman Allah --> Katakanlah (Muhammad) jika ingin Allah mencintaimu maka ikutilah Aku
Langganan:
Postingan (Atom)