Selayang Pandang

Blog ini berisi tulisan-tulisan perjuangan seorang anak manusia demi menggapai impiannya. Berbagai hikmah yang Ia temukan terangkum dalam barisan huruf-huruf menjadi sebuah kata demi kata dalam kalimat-kalimat yang berkembang menjadi paragraf-paragraf panjang...

Senin, 05 Maret 2012

Kacamata

Ceritanya, saya sedang ta'aruf dengan seorang ikhwan. Dipertanyaannya yang terakhir, dari 20 pertanyaan yang ia tanyakan pada saya, ia menanyakan pada suami murabbi ana_kebetulan tempat ta'arufnya di rumah murabbi ana dan suami.
"Bisakah saya menanyakan pertanyaan poin 5 ini?" sembari menunjukkan daftar pertanyaan kepada suami murabbi ana. lalu suami murabbi ana balik bertanya, "korelasinya apa antum ingin menanyakan ini?". "Ya , untuk memastikan aja, saya penasaran karena beda jadinya dengan yang di proposal" Jawabnya.
Aku dan murabbi bingung,
"Ukhti Rizki coba, bisa dipake kacamatanya?" Pinta suami murabbi ana.
"Kacamata ana sengaja nggak ana bawa." saya menjawab dengan raut muka bingung.
"Mi, coba pinjemin kacamata ke ukhti Rizki". Pinta suami murabbi ana ke murabbi ana.
kita "para ukhti" disitu semakin bingung. "Maksudnya apa?"
"Ini, kata Akhi .... kenapa nggak pake kacamata, sedangkan di foto pake kacamata?" Jelas suami murabbi ana.
Jelas ana bingung, memangnya beda ya antar pake kacamata dan nggak?
"Kasian ukhti Rizki, nanti tertulas silindris ana," kata murabbi ana.
"Begini...." Saya mulai menjelaskan, "Saya memang sedang berusaha mengurangi penggunaan kacamata, karena saya harap dengan begitu mata saya nggak bergantung lagi pada kacamata untuk melihat, syukur2 suatu saat bisa sembuh total mines saya."
"Nah, begitu Akhi... bagaimana, masih penasaran ?" Tanya suami murabbi ana lagi kepada ikhwan yang sedari tadi tak segan2 menghujani saya dengan pertanyaan yang menuntut ketajaman pikiran.
"Hmm...." Jawabnya nampak menyiratkan rasa penasaran yang masih tersisa di benaknya.
"Akhi... tidak ada korelasi yang jelas dari pertanyaan antum dengan kepribadiannya, karena penampilan hanya sekilas, dan antum tidak bisa menilai orang hanya dari poin itu." Jelas suami murabbi ana.

Kemudian hening...

"Ya, kalo sudah tidak ada lagi yang ditanyakan, silahkan.... di nikmati hidangan yang sudah disiapkan istri ana tercinta." kata suami murabbi ana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar