Selayang Pandang

Blog ini berisi tulisan-tulisan perjuangan seorang anak manusia demi menggapai impiannya. Berbagai hikmah yang Ia temukan terangkum dalam barisan huruf-huruf menjadi sebuah kata demi kata dalam kalimat-kalimat yang berkembang menjadi paragraf-paragraf panjang...

Kamis, 21 Juni 2012

Generasi Akhir Zaman

By : Kang Rendy@Darul Shabab

Zaman dibagi tiga masa :
1. Zaman Kenabian (Nubuwwah)
2. Zaman Khulafa'ur Rasyidin
3. Zaman Kebangkitan

#Ciri-ciri Generasi pengganti

- Generasi yang mencintai Allah dan dicintai Allah. Berdasarkan ilmu tasawuf, generasi yang dicintai Allah adalah para wali Allah. 
- Generasi yang keras terhadap mempertahankan izzah Islamnya. Yang memperkenalan Islam dengan keberdayaannya, izzah (harga diri) sebagai seorang Muslim. Izzah berperan dalam berdakwah.
- Generasi jihad
- Generasi ahli sabar. generasi yang sering dicela, dicaci, dan dihina saat berbuat baik.

Agar kita termasuk generasi pengganti maka kita harus meniti jalan orang-orang yang dicintai Allah dan Allah mencintainya, para wali Allah .
Firman Allah --> Katakanlah (Muhammad) jika ingin Allah mencintaimu maka ikutilah Aku



Rabu, 13 Juni 2012

Ingin Kembali Menulis

Bismillah...
Lama tak menghasilkan tulisan bermanfaat lagi. ingin memulainya sekali lagi agar kembali terbiasa otak ini berfikir hal yang bermanfaat lagi, agar semakin luwes tangan ini menekan tuts keyboard laptop menghasilkan karya2 indah. ingin merasakan lagi terlenanya batin ini dalam fiksi dan diksi. semoga usai menyelesaikan Tugas Akhir ini batin ini bisa terpuaskan kembali dengan 'berlian' diri ini, menulis.

Minggu, 10 Juni 2012

Doa kecil untuk ayah

Ya.. Allah
kata-kata ini adalah kata2 yang belum sempat aku ucapkan
sekarang sudah tak ada kesempatan lagi untuk mengutarakannya
karna Ia telah berada disisiMu ya Rabb

Bapak, begitu panggilan ku untuk ayah tercinta
Ia orang yang sangat aku cintai dan aku kagumi wibawanya
Kini telah berada di sana besamaMu,
Ingin ku memohon padaMu ya Tuhanku,
Tolong sampaikan padanya, bahwa aku sangat mencintainya dan merindukannya
Kumohon dengan sangat sangat ku mohon
Ampuni dosanya Ya Rabb..
Tempatkan Ia dalam pelukanMu
dan ridhoilah kami berkumpul lagi kelak di surgaMu
Amiin...

Surat Kecil Untuk Ibu

Bu.. ini surat kecil untuk ibu. teteh tulis surat ini waktu ikut training muda mulia angkatan 2. teteh kembangkan sedikit isinya sebelum dimasukkan ke blog. ^_^

Bu, apa kabar ?
apa ibu disana sehat ?
apa ibu makan enak dan tidur nyenyak ?
apa disana ibu sakit atau ibu sedih ?
semoga lindungan Allah swt selalu menaungi ibu...

Bu, ini teteh..anak ibu,
teteh sebentar lagi lulus bu, tolong doakan teteh selalu ,
jangan bosan memohon kelancaran dan kesuksesan teteh ya bu, seperti teteh yg nggak bosan minta ibu berdoa untuk teteh...
anakmu ini akan berusaha sekuat tenaga untuk jadi kebanggaan ibu, jadi anak sholihah, dan jadi orang sukses dunia akhirat seperti yang ibu harapkan.
Bu, tolong ridhoi teteh selalu, supaya jalan teteh dilancarkan. karna hanya dengan ridho ibu, teteh bisa dapatkan ridho Allah swt.

Bu, maafkakn kesalahan teteh,
mungkin beribu ribu maaf teteh ucapkan jg tak akan menghapus rasa sakit dan lelah ibu membesarkan teteh.
tapi teteh mohon maafka teteh , yang selalu bentak-bentak ibu, maaf teteh sering kali mereject telpon ibu, lupa balas sms ibu, padahal mungkin disana ibu kangen teteh dan khawatir keadaan teteh.
Bu, maaf sampai sebesar ini teteh belum bisa berbuat apapun untuk ibu, maaf teteh banyak menyusahkan ibu dengan keadaan teteh yang sakit2an. maaf atas semua kekhawatiran yang ibu rasakan, kesakitan dan kegelisahan ibu karena teteh.

Bu, tolong sampaikan dalam doa ibu pada Allah, teteh punya mimpi. mimpi ini mungkin akan sulit terwujud tanpa ada ridho ibu. anakmu ini punya mimpi jadi seorang pengusahawati yang sukses merintis bisnis butik muslimahnya dan sukses dengan karya2 hebatnya sebagai penulis novel best seller. suatu saat... mimpi itu pasti terwujud. mimpi teteh juga, ingin beribadah haji ke tanah suci bareng ibu dan suami kelak. semoga Allah swt mengabulkan jika ibu yang memohonkannya untukku.

Bu, kelak anak gadismu ini akan jadi istri seorang lelaki sholih pilihan Allah swt. harapan teteh ibu bisa turut bersuka cita dan merestui impianku untuk menggenapkan setengah dien bersama calon yg datang melamarku kelak. semoga waktu yang tepat  itu akan datang tak lama lagi. seiring restu ibu untuk anakmu ini, teteh mohon ikhlaskan hati ibu jika kelak teteh akan memulai merajut kehidupan sebagai istri sholihah seperti ibu.

Terimakasih atas semua kesabaran, kebaikan dan cinta kasih tulus yang ibu tumpahkan untuk teteh. dari semasa kandungan sampai dewasa seperti ini.
Terimakasih atas semua nasihat ibu yang selalu menyertai langkahku,
Terimakasih atas doa yang tak pernah terputus untuk teteh,
Terimakasih untuk air mata yang tak pernah kering menyertai tahajud dan dhuha ibu.

Terimakasih, syukurku padaMu ya Allah...
atas malaikat yang Kau turunkan untukku,
malaikat bernama ibu telah berhasil menjadikan diri ini makhluk paling bahagia telah memilikinya,
membuatku mengenalMu, mengenal kebesaran dan keagunganMu,
mengajarkanku hal2 yang ku tak tau,
Terimakasih, untuk semua nikmat yang Kau berikan padaku.

-segala puji ku untuk Allah swt, salam sayang dan cinta ku untuk ibu-

Rizki ^_^

Senin, 21 Mei 2012

Kenangan 2008


Dulu...
Di Asrama Polban...
Gedung A..

Menamakan dirinya Akhwat Tangguh Dormitory
(Dorminah 2008... ^_^)

Sahabat baru... teman seperjuangan... 

Perjalanan pun dimulai..

Tahun 2008 kita bertemu... Asrama tercinta tempat kita bernaung bersama. Rumah ke dua semasa menuntut ilmu di tanah orang. Adat, budaya, bahasa, tabiat berbaur bersama. Kian harmonis dengan lika-liku panggung kehidupan mahasiswa, yang membentuk suatu rasa dalam hati masing-masing pelakonnya.
Ukhuwah pun terbina begitu hangat, sehangat mentari di pagi hari.. senikmat minum skoteng di kala dingin malam hari.
Bersama, tak khawatir hujan, terik, duka atau berbunga-bunga... bersama kalian lah wahai sobat, ku selalu bahagia.
Canda tawa kalian yang renyah, serenyah kripik singkong super pedes, produk andalan anak asrama dulu... ^_^

SAHABAT...Ingatkah...?

Dari mulai perkenalan, penyesuaian, pertemanan, sampai akhirnya berusaha sekuat tenaga agar SAHABAT tercinta tak menitikkan air mata, tak memendam sendiri derita. Tak betah melihat wajah murung sahabatnya, Tak rela melihat piring SAHABATnya kosong tak ada yang bisa dimakan, ikhlas berbagi air seteguk untuk sama-sama melepas dahaga, siap jadi ‘obat’ bagi SAHABAT yang sedang terluka hatinya.

Ingatkah kenangan-kenangan kita dulu...?

Base camp... Fun games... Rihlah... Tasyakur... Baksos... Foto bareng... Syuro...
Renang bareng... Mabit bareng ke DT... Makan bubur mang jajang...
Sampai foto-foto narsis di komplek Polban... obsesi eksis...dan berani ekstrim :p
(sampe naik-naik tower telkom segala... )

Setiap ada liburan, moment balik ke asrama adalah yang paling ditunggu... masing-masing suku bawa oleh-oleh khas daerahnya.. (lumayan cukup untuk stok cemilan seminggueun...)
Dan masih banyak lagi moment-moment tak terlupakan bersama 2008 dan Asrama
Rasanya tak kan habis menceritakan kenengan 2008 semasa ngampus­ dan ngecamp di asrama Polban tercinta
Meski jumlahnya kian berkurang, tapi bagiku sampai kapanpun kalian tetap personil ‘dorminah 2008’

SAUDARIKU ... Tahukah..??

Aku sangat menyayangi kalian, ku ingat-ingat nama lengkap kalian satu per satu, tak lupa panggilan sayang masing-masing yang lucu...
Ku ceritakan semua pada ibuku di rumah, bahwa di sini ku memiliki keluarga baru, keluarga kecil yang sangat berharga dan aku bahagia bersama mereka.

Kini ku bilang pada ibu..

AKU RINDU SAHABAT-SAHABATKU, AKU RINDU SAUDARI-SAUDARIKU

Cepat sekali rasanya waktu berlalu, dan sudah lama rasanya aku menanggung rindu ... akankah kembali terulang masa-masa itu, sepenggal episode indah bak cerita dongeng putri yang bahagia bersama sahabat-sahabatnya
 selama-lamanya...

Rindu teriring doa tulus untuk saudari-saudariku dimanapun kalian berada, semoga goresan rinduku ini juga mewakili rindu yang sama yang kalian rasakan...

-Luv U All Coz Allah-

Rizki

Senin, 05 Maret 2012

Ibu...

Bu... sungguh sangat2 berat untuk ku melakukan semua ini. hal terberat dalam hidupku adalah melihatmu menitikkan air mata. meskipun air mata haru bahagia. pliiss.. don't cry mom...

"Bu, telah datang padaku seorang ikhwan yang berniat meminangku dan 'mengambil gadismu dari pangkuanmu'." Beraaaat sekali mulut ini mengatakannya, padahal ku yakin jawabanmu pasti tak kan pernah berubah. "Ibu ikut saja jika itu keputusanmu. Asal itu yang terbaik dan bisa membuatmu bahagia". Tapi ku merasakan ada yang menyayat-nyayat hati ini melihat butiran mutiara menetes dari sudut matamu yang mulai keriput. Sesungguhnya betapapun aku meyakinkanmu bahwa aku akan selalu menjadi gadis kecilmu meski ku telah memiliki pangeran yang siap mendampingiku selamanya, tetaplah air mata itu tetap mengalir. Dan itu sangat menyakitkan buatku.

Sesungguhnya gadis kecilmu yang dulu selalu kau belai rambutnya dan kau sisiri lembut helai demi helai, kini telah mencoba menjadi gadis dewasa yang siap mengarungi bahtera rumah tangga. Sama seperti ibu yang menemukan cinta bapak, aku pun menemukan pangeran yang mencintai ku. Aku ingin seperti ibu yang bisa menjadi istri sholihah untuk keluarga, menantu idaman dan menjadi tiang keluarga sekaligus kesatria yang melahirkan dan membesarkan kami anak2mu hingga kami dewasa.

Bu, restuilah niatku ini... seperti engkau merestui anakmu mendapatkan keutamaann menggenapkan sebagian dien ini.... Bu, ridhoilah apa yang telah Allah tetapkan untuk anakmu ini. Aku berjanji tak akan ada yang berubah setelah ku menikah. karena engkaulah kebahagiaanku, senyum dan ridhomu lah yang menentukan ridhoNya pada hidupku.

Kacamata

Ceritanya, saya sedang ta'aruf dengan seorang ikhwan. Dipertanyaannya yang terakhir, dari 20 pertanyaan yang ia tanyakan pada saya, ia menanyakan pada suami murabbi ana_kebetulan tempat ta'arufnya di rumah murabbi ana dan suami.
"Bisakah saya menanyakan pertanyaan poin 5 ini?" sembari menunjukkan daftar pertanyaan kepada suami murabbi ana. lalu suami murabbi ana balik bertanya, "korelasinya apa antum ingin menanyakan ini?". "Ya , untuk memastikan aja, saya penasaran karena beda jadinya dengan yang di proposal" Jawabnya.
Aku dan murabbi bingung,
"Ukhti Rizki coba, bisa dipake kacamatanya?" Pinta suami murabbi ana.
"Kacamata ana sengaja nggak ana bawa." saya menjawab dengan raut muka bingung.
"Mi, coba pinjemin kacamata ke ukhti Rizki". Pinta suami murabbi ana ke murabbi ana.
kita "para ukhti" disitu semakin bingung. "Maksudnya apa?"
"Ini, kata Akhi .... kenapa nggak pake kacamata, sedangkan di foto pake kacamata?" Jelas suami murabbi ana.
Jelas ana bingung, memangnya beda ya antar pake kacamata dan nggak?
"Kasian ukhti Rizki, nanti tertulas silindris ana," kata murabbi ana.
"Begini...." Saya mulai menjelaskan, "Saya memang sedang berusaha mengurangi penggunaan kacamata, karena saya harap dengan begitu mata saya nggak bergantung lagi pada kacamata untuk melihat, syukur2 suatu saat bisa sembuh total mines saya."
"Nah, begitu Akhi... bagaimana, masih penasaran ?" Tanya suami murabbi ana lagi kepada ikhwan yang sedari tadi tak segan2 menghujani saya dengan pertanyaan yang menuntut ketajaman pikiran.
"Hmm...." Jawabnya nampak menyiratkan rasa penasaran yang masih tersisa di benaknya.
"Akhi... tidak ada korelasi yang jelas dari pertanyaan antum dengan kepribadiannya, karena penampilan hanya sekilas, dan antum tidak bisa menilai orang hanya dari poin itu." Jelas suami murabbi ana.

Kemudian hening...

"Ya, kalo sudah tidak ada lagi yang ditanyakan, silahkan.... di nikmati hidangan yang sudah disiapkan istri ana tercinta." kata suami murabbi ana.